Pada hari Senin hingga Jumat, tanggal 22 Juni sampai dengan 24 Juni 2026, telah diselenggarakan rangkaian kegiatan akademis antarbangsa dalam rangka International Lecture Mobility Inbound 2026 di lingkungan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha). Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi target Pembangunan Berkelanjutan, khususnya Kemitraan Global untuk Pembangunan (SDG 17), guna memperkuat kerja sama akademis bilateral antara Indonesia dan Kazakhstan. Seluruh rangkaian kegiatan berpusat di lingkungan kampus Undiksha, yang meliputi Ruang Rapat Rektorat Ganesha III, Kampus Bisma Singaraja, dan Kampus Denpasar. Program berskala internasional ini menghadirkan Associate Professor Gulzhaina K. Kassymova dari Abai Kazakh National Pedagogy University, Kazakhstan, sebagai dosen tamu (Guest Lecturer), dengan dikoordinasikan secara langsung oleh Dr. phil. Dessy Seri Wahyuni, S.Kom., M.Eng. selaku Person in Charge (PIC) sekaligus Koordinator Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Undiksha.


Pelaksanaan hari pertama pada Senin, 22 Juni 2026, berlokasi di Ruang Rapat Internal dan Ruang Gedung Rektorat Ganesha III, dengan fokus utama pada pemenuhan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Rangkaian acara diawali pada pukul 08.30 hingga 09.30 WITA dengan pembukaan resmi serta sinkronisasi rencana kegiatan bersama Koordinator Program Studi PTI, pimpinan Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK), serta Kantor Urusan Internasional Undiksha. Selanjutnya, pada pukul 10.00 hingga 12.00 WITA, diselenggarakan Kuliah Umum (General Lecture) bertajuk “Modern Evaluation and Assessment in New Education Era with AI” yang dipandu oleh Dr. P. Wayan Arta Suyasa, S.Pd., M.Pd. selaku moderator. Dalam kuliah umum ini, dipaparkan materi mengenai transformasi digital dalam pendidikan yang memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memperluas kapasitas pembelajaran melalui metode terpersonalisasi (Personalized Learning), analitik data secara real-time, dan akses pengetahuan global tanpa batas (Learning Without Limits). Selain itu, ditekankan pula pentingnya literasi asesmen (assessment literacy) berdasarkan prinsip bahwa asesmen menentukan arah dan kualitas pembelajaran (assessment drives learning), di mana pendidik modern dituntut terampil merancang rubrik dan memahami anatomi butir soal. Diskusi hari pertama juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara manusia dan AI (Human-AI Collaboration), di mana AI mempermudah penyusunan draf soal dan umpan balik otomatis, sementara pendidik tetap memegang kendali etika, keadilan, dan pertimbangan profesional. Hari pertama ini kemudian ditutup dengan kegiatan Campus Tour pada pukul 14.00 WITA untuk mengenalkan lingkungan akademis Undiksha kepada dosen tamu.


Memasuki hari kedua pada Selasa, 23 Juni 2026, pelaksanaan kegiatan bergeser ke Kampus Bisma Undiksha, Singaraja, dengan orientasi pada SDG 4 dan SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan). Agenda dimulai dengan sesi Joint Teaching pertama pada pukul 07.30 hingga 10.30 WITA pada mata kuliah Assessment and Evaluation Informatics Learning bersama Dr. P. Wayan Arta Suyasa, S.Pd., M.Pd. Sesi ini mendalami topik asesmen inklusif berbantuan teknologi (Inclusive and Technology-Enhanced Assessment), pengujian adaptif (Adaptive Testing), serta penyediaan akomodasi tes demi menjamin kesetaraan pengukuran bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali. Sesi Joint Teaching kedua dilanjutkan pada pukul 13.30 hingga 15.00 WITA pada mata kuliah Methodic and Didactic Informatics Learning bersama Dr. Nyoman Indhi Wiradika. Sesi siang ini mengupas tuntas mengenai format butir soal inovatif (Innovative Item Formats) dalam ekosistem Computer-Based Testing (CBT). Melalui sesi ini, mahasiswa diajak mengeksplorasi format evaluasi modern yang lebih otentik seperti simulasi lingkungan dinamis, mekanik drag-and-drop, hot spot, sorting, hingga penggunaan portofolio digital guna mengukur pemahaman konsep mahasiswa secara lebih mendalam daripada sekadar tes tradisional.

Pada hari ketiga, Rabu, 24 Juni 2026, kegiatan berlanjut di Kampus Singaraja dengan menitikberatkan pada SDG 4 dan SDG 17. Pukul 10.30 hingga 12.00 WITA diisi dengan seminar akademis, berbagi hasil riset (Research Sharing), serta konsultasi skripsi dan tugas akhir bagi mahasiswa semester 6 dan 8. Agenda ini dihadiri secara aktif oleh jajaran dosen rumpun PTI, antara lain Prof. Agustini, Pak Andika, Pak Sindu, Pak Eka Mertayasa, Pak Indhi, Bu Sugik, dan Bu Dessy. Materi diskusi berfokus pada pengenalan kerangka kerja evaluasi internasional seperti TIMSS dan PIRLS yang mengklasifikasikan domain kognitif ke dalam tiga tingkatan utama, yaitu Knowing (Mengetahui), Applying (Menerapkan), dan Reasoning (Menalar). Selain memaparkan peluang teknologi, forum ini juga membahas secara kritis berbagai tantangan dan risiko penggunaan AI dalam dunia akademik. Isu-isu krusial yang diangkat meliputi ancaman terhadap integritas akademik seperti plagiarisme, bias algoritmik, kerahasiaan data siswa, fenomena halusinasi AI, serta potensi ketergantungan berlebih terhadap teknologi (overdependence) yang dapat menurunkan daya pikir kritis mahasiswa.

Secara keseluruhan, kegiatan International Lecture Mobility Inbound 2026 telah berlangsung dengan sukses dan memenuhi seluruh indikator kinerja akademis yang direncanakan. Melalui integrasi teknologi AI dan prinsip-prinsip SDGs, kegiatan ini berhasil membekali mahasiswa PTI sebagai calon pendidik masa depan dengan kompetensi asesmen modern yang berorientasi pada pemecahan masalah, objektivitas, serta etika profesional yang kuat. Demikian Berita Acara ini dibuat dengan sesungguhnya untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya sebagai bukti pertanggungjawaban akademis dan dokumen penunjang akreditasi program studi.




